: قَالَ يَحْيَى بْنِ مُعَاذٍ
لَا تَتَّخِذُوْا مِنَ القُرَنَاءِ إِلَّا مَا فِيْهِ ثَلَاثُ خِصَالّ : مَنْ حَذَّرَكَ غَوَائِلَ الذُّنُوْبِ, وَعَرَّفَكَ مَدَانِسَ العُيُوْبِ, وَسَايَرَكَ إِلَى عَلَّامِ الغُيُوْبِ, النَّاسُ فِيْهُمُ الكَاذِبُ وَالغَشَّاشُ وَالخَائِنُ وَالمُخَادِعُ، فَلَوْ أَنَّكَ عَامِلْتَ كُلَّ إِنْسَانٍ بِمَا فِيْهِ مِنْ صِفَتِهِ لَاجْتَمَعَ فِيْكَ مَا تُفَرِّقُ فِيْهُم فَتُصْبِحُ أَحَطَّ النَّاسِ لِذَلِكَ عَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ
Berkata Yahya bin Mu’adz rohimahullahu : “Janganlah kalian menjadikan orang lain sebagai teman karib (sahabat dekat), kecuali ada pada dirinya tiga sifat, yaitu ; memperingatkanmu bahaya dosa, memberitahukanmu noda² aib (maksiat) dan membawamu kepada jalannya Dzat Yang Maha Mengetahui Perkara Ghoib (Allah taala). Diantara manusia itu ada yang menjadi pendusta, pelaku curang, pengkhianat dan pembuat makar. Sekiranya kamu bergaul dengan setiap orang dengan apa yang ada pada dirinya dari sifatnya, niscaya akan terkumpul padamu apa-apa yang dapat membedakan diantara mereka, maka kamu akan menjadi orang yang paling berhati-hati. Oleh karena itu, pergaulilah manusia sebagaimana kamu suka jika mereka juga bergaul denganmu”.
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
