عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ المُبَارَكِ يَقُوْلُ : أَوَّلُ الْعِلْمِ النِّيَةُ ثُمَّ الإِسْتِمَاعُ ثُمَّ الْفَهْمُ ثُمَّ الْحِفْظُ ثُمَّ الْعَمَلُ ثُمَّ النَّشْرُ. (جامع بيان العلم وفضله : 1/118)
Dari Abdullah bin Al Mubarok, beliau berkata : Tahapan keilmuan itu adalah :
- Niat
- Perhatian
- Pemahaman
- Hafalan
- Praktek
- Kampanye (menyebarkan)
(Kitab Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlih 1/118)
Sufyan bin ‘Uyainah juga pernah berkata :
يُرَادُ لِلْعِلْمِ الْحِفْظُ وَالْعَمَلُ وَالإِسْتِمَاعُ وَالإِنْصَاتُ وَالنَّشْرُ
Yang diperlukan untuk (meraih) ilmu itu adalah: menghafalkan, mengamalkan, mendengarkan, memperhatikan dengan teliti, dan menyebarkan. (Sunan ad-Darimi, no. 345, dicetak bersama syarah-nya, III/23, melalui jalur ‘Abdullah bin Sa’id. Menurut Husaian Salim Asad, isnad-nya shahih)
Yunus bin Yazid berkata :
قَالَ : قَالَ لِي ابْنُ شِهَابٍ : يَا يُوْنُسُ لاَ تُكَابِرْ هَذَا الْعِلْمَ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ أَوْدِيَةٌ فَأَيُّهَا أَخَذْتَ فِيْهِ قَبْلَ أَنْ تَبْلُغَهُ قُطِعَ بِكَ وَلَكِنْ خُذْهُ مَعَ اللَّيَالِي وَالأَيَّامِ
Ibnu Syihab berkata kepada saya, “Wahai Yunus, jangan kausombongi ilmu ini. Sebab, ia terdiri dari banyak wadah. Bagian mana saja yang kauambil sebelum engkau (layak untuk) sampai kepadanya, ia pasti akan diputuskan darimu. Akan tetapi, ambillah ilmu ini bersama dengan malam-malam dan hari-hari.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, II/2, no. 477). Maksudnya adalah, sedikit demi sedikit dan bertahap.
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
