: قَالَ الإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللّٰهُ
جَوَاهِرُ المَرْءِ فِي ثَلَاثٍ : كِتْمَانُ الفَقْرِ ، حَتَّى يَظُنُّ النَّاسُ مِنْ عِفَّتِكَ أَنَّكَ غِنًي، و كِتْمَانُ الغَضَبِ ، حَتَّى يَظُنُّ النَّاسُ أَنَّكَ رَاضٍ ، و كِتْمَانُ الشِّدَّةِ ، حَتَّى يَظُنُّ النَّاسُ أَنَّكَ مُتَنَعِّمٌ
(مَنَاقِبُ الشَّافِعِيِّ لِلْبَيْهَقِيُّ : ٢/١٨٨ )
Berkata Al Imam Asy-Syafi’i rohimahullahu : “Permata seseorang itu ada pada tiga hal, yaitu :
- Kemampuan seseorang menyembunyikan kekurangan sampai orang lain menyangka bahwa dirinya berkecukupan.
- Kemampuan seseorang menyembunyikan kemarahan sampai orang lain menyangka bahwa dirinya ridho.
- Kemampuan seseorang menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang atau bahagia”. (Manaqib Asy-Syafi’i Lil Baihaqi : 2/188)
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
