قَالَ بَعْضُ الحُكَمَاءِ
يَا أَيًُهَا المَشْيَخَةُ الَّذِيْنَ لَمْ يَتْرُكُوْا الذُّنُوْبَ حَتَّى تَرَكَتْهُمُ الذُّنُوْبُ ، ثُمَّ ظَنُّوْا أَنْ تَكُوْنَ تَرْكَهَا لَهُمْ تَوْبَةٌ ، وَلْيَتَّهِمْ إِذْ ذَهَبَتْ عَنْهُمْ لَمْ يَتَمَنَّوْا عَوْدَهَا إِلَيْهِمْ
(العقد الفريد 320/1 )
Berkata sebagian ahli hikmah : “Wahai orang yang sudah berumur yang belum meninggalkan dosa (bertaubat) sampai dosa-dosa itu yang meninggalkan mereka, kemudian malah menyangka bahwa dosa-dosa itu meninggalkan mereka sebagai bagian dari taubat. Perhatikanlah ! Jika dosa-dosa itu telah pergi meninggalkan mereka, pasti mereka tidak berharap dosa-dosa itu akan kembali lagi (padahal mereka belum bertaubat dari dosa yang pernah dilakukan)”. (Al ‘Aqdul Farid : 1/320)
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
