: قَالَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ رَحِمَهُ اللّٰهُ
لَيْسَ الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْرِفُ الْخَيْرَ وَالشَّرَّ , وَلَكِنَّ الْعَاقِلَ الَّذِي يَعْرِفُ الْخَيْرَ فَيَتَّبِعُهُ وَيَعْرِفُ الشَّرَّ فَيَتَجَنَّبُهُ
(العَقْلُ وَفَضْلُهُ لِابْنِ أَبِي الدُّنْيَا : 56)
Sufyan bin uyainah berkata: orang yang berakal itu bukanlah orang yang hanya sekedar mengetahui baik dan buruk saja, akan tetapi orang yang berakal yaitu orang yang mengetahui kebaikan kemudian mengikutinya dan mengetahui keburukan kemudian menjauhinya. (Al Aqlu wa fadhluhu Li Abi Ad-dunya : 56)
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
