: عَنْ هَمَامٍ ، عَنْ كَعْبٍ قَالَ
إِنَّ العَبْدَ لَيَذْنَبُ الذَّنْبَ الصَّغِيْرَ فَيَحْقِرُهُ ، وَلَا يَنْدَمُ عَلَيْهِ ، وَلَا يَسْتَغْفِرُ مِنْهُ ، فَيُعَظِّمُ عِنْدَ اللّٰهِ حَتَّى يَكُوْنَ مِثْلَ الطُّوْدِ ، وَيَعْمَلُ الذَّنْبَ العَظِيْمَ فَيَنْدَمُ عَلَيْهِ ، يَسْتَغْفِرُ مِنْهُ فَيُصَغِّرُ عِنْدَ اللّٰهِ ، حَتَّى يَغْفِرُ لَهُ
(التَّوْبَةُ لِابْنِ أَبِي الدُّنْيَا : 345)
Dari Hamam, dari Ka’ab beliau berkata : “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan dosa kecil lalu ia meremehkannya, tidak menyesalinya dan tidak meminta ampun darinya, maka dosa itu akan menjadi besar sebesar gunung. Namun seorang hamba yang melakukan dosa besar lalu menyesalinya dan meminta ampun darinya, maka dosa itu akan menjadi kecil hingga Allah mengampuninya”. (At-taubatu Li Abi Ad-dunya : 345)
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
