Ringkasan Kajian Semangat Belajar Sunnah (SBS) Di Masjid Raudhatul Fattah Gayam Sukoharjo

Pemateri : Ustadz Rochmad Supriyadi Lc hafidzahullahu ta’ala
Tema : Tafsir Surat Al Baqarah : 104 & 105

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقُولُوا۟ رَٰعِنَا وَقُولُوا۟ ٱنظُرْنَا وَٱسْمَعُوا۟ ۗ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.” (Al-Baqarah : 104)

Diantara faidahnya :

  • 1. Allah melarang orang-orang beriman berkata kepada Nabi (رَٰعِنَا) “perhatikanlah perkataan kami”, dan Allah memerintahkan mereka untuk menggantinya dengan kalimat (ٱنظُرْنَا) “perhatikanlah kami”. Hal ini karena orang-orang Yahudi jika mengatakan (رَٰعِنَا) maka yang mereka maksud adalah hinaan yang menjurus kepada sifat kedunguan dan kebodohan.
  • 2. Jauh-jauh masa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar bahwa diantara kaum Muslimin ada yang mengikuti jejak-jejak Yahudi dan Nasrani.
    Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Muslim).

  • 3. Kabar yang Nabi sebutkan di dalam hadits diatas adalah sekaligus larangan mengikuti dan meniru Yahudi dlm ibadah dan kekhususan mereka.
  • 4. Kaum Muslimin dilarang meniru dan mengikuti kaum Yahudi karena mereka adalah kaum yang Allah murkai. Sebagaimana dlm surat alfatihah ayat 7.
  • 5. Orang-orang Yahudi sering mencela Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Berkata Assudy :

كَانَ رَجُلٌ مِنَ الْيَهُودِ مِنْ بَنِي قَيْنُقَاعَ، يُدْعَى رِفَاعَةُ بْنُ زَيْدٍ يَأْتِي النَّبِيَّ ﷺ، فَإِذَا لَقِيَهُ فَكَلَّمَهُ قَالَ: أَرْعِنِي سَمْعَكَ وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمع

“Dahulu ada seseorang dari Yahudi yang bernama Rifa’ah bin Zaid yang pernah datang kepada Nabi shallahu ‘alaihi wasallam dan apabila bertemu dengan beliau dia akan berkata : Dengarkan aku wahai Muhammad tapi kamu tidak bisa mendengar…”. Ini adalah celaan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

6. Orang-orang Yahudi sudah biasa mencela para Nabi. Bukan cuma Nabi Muhammad yang mereka hina dan mereka cela. Para Nabi dari kalangan mereka saja, mereka cela seperti Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Zakariya dan Nabi Yahya bahkan mereka berusaha membunuh Nabi Isa alaihimus salam.

————————————————————————————————————————————————————————————————–

مَّا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَلَا ٱلْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

“Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Baqarah : 105)

Diantara faidahnya :

  • 1. Kebencian Yahudi kepada kaum Muslimin sangat besar. Sampai-sampai mereka tidak senang kalau Allah menurunkan kebaikan sekecil apapun kepada kaum Muslimin.
  • 2. Dalam ayat ini Allah mengancam kepada orang-orang kafir dengan adzab yang pedih dan menyakitkan.
  • 3. Allah dalam ayat ini juga menyingkap kebencian mereka kepada orang-orang yang beriman.
  • 4. Kebencian Yahudi kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam secara khusus dan kepada kaum Muslimin secara umum adalah disebabkan kedengkian, iri hati dan hasad.
  • 5. Kebencian Yahudi kepada kaum Muslimin bukan karena berebut tanah atau yang lainnya, melainkan karena agama.
  • 6. Dalam ayat ini kata “kebaikan” (خَيْرٍ) berbentuk nakiroh. Menunjukkan kebaikan apapun yang diteri kaum Muslimin, orang-orang Yahudi tidak akan rela akan hal itu. Baik kebaikan yang sedikit apalagi banyak baik kebaikan yang kecil apalagi besar.

 

(Dringkas oleh Ahmad Imron bin Muhadi hafidzahumallahu ta’ala :: Senin, 6 November 2023 M / 23 Rabi’ul Akhir 1445 H)

By Redaksi