Kabar Sukoharjo – Rabu sore, 25 Oktober 2023 sekitar pukul 14.30 hingga waktu Ashar adalah hari dimana beberapa tempat disekitar Ponpes Al-Ukhuwah bahkan mungkin disekitar Sukoharjo terjadi hujan yang lumayan lebat.
Penantian inilah yang di tunggu-tunggu kehadirannya. Hal itu dikarenakan sudah lama tidak turun hujan dan cuaca sangatlah panas bahkan sudah beberapa kali terjadi kebakaran, baik di hutan maupun, perkampungan dan lainnya.
Namun, penantian ini terdapat peringatan. Apa itu??
Selain Allah mengirimkan air hujan yang lebat sore kemarin, Allah juga mengirimkan angin kencang yang menghancurkan beberapa atap bangunan dan merobohkan pepohonan dan yang lainnya sesuai kehendakNya. Kejadian ini mengingatkan kita akan kisah kaum ‘Ad yang Allah hancurkan mereka setelah penantian hujan yang mereka tunggu-tunggu yang sebelumnya Allah uji dengan kekeringan yang panjang. Allah mengkisahkan tetang mereka :
فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا۟ هَٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۚ بَلْ هُوَ مَا ٱسْتَعْجَلْتُم بِهِۦ ۖ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka tatkala mereka melihat adzab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung adzab yang pedih.” (Al-Ahqaf : 24)
Allah juga berfirman :
تُدَمِّرُ كُلَّ شَىْءٍۭ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا۟ لَا يُرَىٰٓ إِلَّا مَسَٰكِنُهُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْقَوْمَ ٱلْمُجْرِمِينَ
“Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (Al-Ahqaf : 25)
Mereka menyaksikan sesuatu yang muncul di langit yang dikira air sebagai rahmat, tetapi ternyata itu adalah siraman azab kedua yang datang dalam bentuk badai angin yang sangat dingin dan bersuara keras. Terlihat laksana lidah api (petir yang menyambar-nyambar).
فَإِنْ أَعْرَضُوا۟ فَقُلْ أَنذَرْتُكُمْ صَٰعِقَةً مِّثْلَ صَٰعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ
“Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud”. (Fushshilat : 13)
Azab ini berlangsung tanpa henti selama tujuh hingga delapan hari sehingga menyebabkan kaum ‘Ad semuanya mati bergelimpangan.
Allah Ta’ala juga berfirman,
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوْمًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعٰىۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍۚ
“Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus, maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (Al-Haqqah: 7)
Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa saking kuatnya badai yang menimpa mereka, sampai membelah dada-dada mereka. Sehingga keluarlah isi dari perut mereka. Dan ketika mereka dijatuhkan, yang pertama kali sampai ke tanah adalah kepala mereka yang membuat kepala mereka pecah. Maka dari itu, Allah mengumpamakan kondisi jasad mereka seperti batang pohon kurma yang telah kosong. Maka setelah itu, kaum ‘Ad binasa. (Tafsir Ibnu Katsir, 7 : 479)
- Beberapa foto di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya


