Kabar Santri Baru – Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola PKPPS Tingkat Ula Al Ukhuwah Sukoharjo dalam “memburu” para calon santri baru adalah dengan mendatangi TK-TK di Sukoharjo secara umum terlebih disekitar gedung PKPPS Tingkat Ula Al Ukhuwah secara khusus… Al-Ustadz Manshur, S.Pd.I dan Al-Ustadz Arahmat terus bergeriliya mendatangi satu persatu TK-TK yang telah dituju untuk mempromosikan jenjang PKPPS Tingkat Ula Al Ukhuwah (setingkat SD) kepada para calon santri baru… Siapa tahu mereka tertarik dan mau mendaftarkan putra-putri mereka…

Begitulah seharusnya seorang Muslim dalam bertawakkal kepada Allah… Dia harus mengiringi ketawakkalannya tersebut dengan usaha yang dilakukan… Dan seperti itulah makna tawakkal yang benar dan bukan hanya sekedar berpangku tangan saja…
Ibnu Rajab rahimahullah dalam Jami’ul Ulum wal Hikam ketika menjelaskan hadits no. 49 tentang keutamaan tawakal mengatakan, “Tawakal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi, menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’”.

Perlu diketahui bahwa tawakal bukanlah hanya sikap bersandarnya hati kepada Allah semata, namun juga disertai dengan melakukan usaha. Karena Allah memerintahkan kita untuk melakukan usaha sekaligus juga memerintahkan kita untuk bertawakal. Oleh karena itu, usaha dengan anggota badan untuk meraih sebab termasuk ketaatan kepada Allah, sedangkan tawakal dengan hati merupakan keimanan kepada-Nya.
Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Pria itu mengatakan,”Aku tidak mengerjakan apa-apa sehingga rizkiku datang kepadaku.” Lalu Imam Ahmad mengatakan,”Orang ini tidak tahu ilmu (bodoh). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.” Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda (sebagaimana hadits Umar di atas). Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. (Lihat Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhari, 23/68-69, Maktabah Syamilah)
- Tim Medsos MSU (PKPPS Tingkat Ula Al Ukhuwah Sukoharjo)
