NASEHAT PERPISAHAN PADA PEMAKAMAN

AL USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS ROHIMAHULLAH

 

Ikhwan… Antum sekalian (telah mengetahui bahwa) guru dari kaum Muslimin telah wafat dan berpulang ke rahmatullah… Beliau yang saya kenal dari puluahan tahu yang lalau, tepatnya pada tahun delapan puluh tiga… Kami bertemu di perpustakaan, ditempat yang dipenuhi dengan kitab-kitab para ulama… Saya berkenalan karena sejalan dan bercita-cita untuk ad-dakwah ilallah, maka kami saling berbagi dalam menimba ilmu syar’iyah dan berdakwah apa yang kami mampu… Terus berlangsung sampai pada hari kamis pekan yang lalu saya sempat bertemu (menjenguk)nya dan berbicara memberikan kabar gembira : “Absyir (bergembiralah) ya Ustadz, antum telah berbuat apa yang antum telah buat. Apalagi antum selesai menunaikankan ibadah haji, semoga mendapat haji yang mabrur (diterima) yang tidak ada balasannya kecuali Jannah (Surga).

 

Beliau telak menginfaqkan umurnya sekian puluh tahun, untuk berdakwah ; dakwah ilallah. Dan saya kenal betul dengan lisan dan tulisan. Salah seorang ahli ilmu telah wafat ;

 

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اللّٰهُمَّ أْجُرْنِيْ فِي مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

(innaa lillahi waa innaa ilaihi raajiuun, Allahumma Ajurnii fii mushibati khairan waa akhlif lii khairan minha)

“Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali, ya Allah berikanlah pahala atas musibahku dan gantilah dengan yang lebih baik”.

Dan beliau mengajarkan kepada keluarga dan kepada umat dan sangat giat. Salah satu yang membuat saya tertarik (untuk) bertemu dan memanggilnya dan berkenalan, selalu ditangannya ada pena dan buku kecil, tidak lepas dari itu untuk menulis sejumlah fawaid (faidah-faidah) ilmiyah, itu yang saya tahu, maka kita berkenalan.

Ikhwan sekalian… Imam Ahmad pernah berkata : “Yaumul Janaaiz ; pada hari jenazah (kematian) bagi ahlus sunnah di saksikan oleh manusia, Yaumul Janaaiz ; yang membedakan diantara pembedanya”. Oleh karena itu kita (dengan) kepulangan beliau mendapat pelajaran yang sangat berharga tentang dakwah yang haq ; dakwah salafiyah yang harus tetap di tegakkan. Kita mencintai beliau, saya pribadi sangat mencintainya dan kita selalu bersama, tetapi tentu kita tidak akan mengatakan sesuatu kecuali yang di ridhai oleh Allah tabaaroka wata’aala, seperti nasehat anak beliau di masjid : “Tidak boleh Ghuluw, doa, doa”. Bahkan ketika saya terakahir bertemu pekan yang lalu, “Doain”, begitu beliau katakan : “Doain”. Doa, doa.

Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila selesai menanam (mengubur jenazah), beliau berhenti sejenak dan beliau bersabda kepada para sahabat :

اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

”Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mintalah keteguhan (kekuatan) untuknya. Karena saat ini dia sedang ditanya (diuji).” (HR. Abu Daud 3221, al-Hakim 1372, al-Baghawi dalam Syarhus Sunah 1523, dan sanadnya dishahihkan ad-Dzahabi).

 

Ini yang kita lalukan, memohon ampun meminta kepada Allah agar beliau mempunyai keteguhan dalam menjawab pertanyaan dua Malaikat yang mulia Munkar dan Nakir. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang lain disamping jenazah beliau menangis air matanya membasahi tanah dan beliau mengatakan : “Untuk yang seperti inilah, pada hari inilah kamu mempersiapkan diri”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan kepada para sahabat yang Allah jamin Jannah, bagiaman dengan kita?? Ini yang kita ambil pelajaran dengan penuh kekhusyuan, jangan teriak-teriak, suara berisik karena ini ibrah (pelajaran) yang sangat dalam.

 

Kita berduka dengan kepulangan Ustadz Yazid rohimahullahu ta’ala… Semoga Allah mengampuninya, semoga Allah merahmatinya, semoga Allah memasukkannya ke dalam Jannatul Firdaus dan semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi dari adzab kubur dan adzab Neraka dan ilmunya bermanfaat dengan lisan dan tulisan.

 

Utsman bin Affwan setiap melewati kubur (atau) berada di kubur beliau menangis (dan ketika) dia menyebut kubur menangis, ditanya : “Kenapa engkau menangis?? Ketika disebut kubur atau berada di kubur dan ketika disebut Neraka engkau tidak menangis?? Maka Utsman menjelaskan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa kubur adalah tempat yang pertama kali dari tempat-tempat akhirat yang akan dikunjungi oleh semua manusia. Kalau baik dikubur, maka selamat mudah kesananya. Kalau celaka di kubur maka sulit. (Ini) dalam hadits shahih riwayat Imam Abu Daud.

 

Semoga Allah subhanahu wata’ala melapangkan perjalanan saudara kita ini dan kita mendapatkan pelajaran yang berharga ikhwaah, Pertama ; dari dakwah yang haq. Tetaplah berada di dakwah yang haq bagi para ustadz, para dai tetap mendakwahkan dakwah salafiyah. Bagi kaum Muslimin ikuti manhaj ini, karena manhaj ini manhaj yang haq. Manhaj para sahabat rodhiyallahu ‘anhum ajma’in. Yang kedua ; kita mendapatkan pelajaran kematian, bahwa semua kita akan seperti ini, entah kapan waktunya (dan) tidak ada yang tahu perkara yang ghaib.

 

Saya Kamis kemarin meminta izin kepada anak beliau yang berada di ruang ICU, hati saya gelisah, kenapa hati saya gelisah, saya harus ketemu, saya harus meminta izin kepada anak beliau, biar gimana saya harus ketemu, saya berangkat, saya masuk bersama Ustadz Zamzami dari Pekanbaru… Yang juga dari Pekanbaru datang kemarin untuk menjenguk, beliau dicintai banyak orang, maka saya melihat tenang hati saya, (kami) doakan. Dua jam berselang tiga jam, beliau (anak Ustadz Yazid rohimahulah) telepon : “Papi, Abah sudah meninggal”. Kita tidak ada yang tahu perkara yang ghaib, (ini) rahasia Allah dan ada hikmah dibalik itu. Perjalanan beliau panjang sekali, berlika-liku, suka dan duka. Doakan… Semoga Allah menerima amal kebaikan beliau, menghapuskan kesalahan beliau dan beliau menjalani sakit yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan sakit itu dapat menghapuskan dosa, semoga bersih ketika beliau wafat.

 

Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzahullah

Di pemakaman Al Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas rohimahullah

Jum’at, 6 Muharram 1446 H / 11 Juli 2024

 

  • Ditulis oleh “Tim Medsos MSU” ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo

By Redaksi