Kabar Santri – Sebagaimana yang sudah pernah admin beritahukan, bahwasannya di PKPPS tingkat Ula Al ukhuwah ada santri putra kita yang kembar… Mereka adalah ananda Hamam Abid Syakir (kakak) dan ananda Hanan Abid Syakir (adik) dari Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah yang keduanya duduk di kelas IV (empat)… Selain itu ada yang kembar lagi yang duduk di kelas III (tiga) yaitu ananda Umar (kakak) dan ananada Umair (adik)… Keduanya merupakan putra daru Ustadz Manshur S.Pd.I (kepala sekolah MSU Al-ukhuwah) dan Ustadzah Ummu Maryam (koordinator MSU putri)… Namun dalam foto di sebelah kanan bukan kembar ya?? Mereka adalah ananda Hunaif dan ananda Arkan yang pengen ikut dalam foto, MIRIP GAK SICH??… Masyaallah Baarokallahu fiihim.

Dalam sejarah hidup manusia, bayi kembar yang masyhur pernah terjadi pada keluarga Nabi Adan dan Hawa ‘alaihimas salam… Setelah pasangan Nabi Adam ‘alaihissalam dan Hawa turun ke bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan anak keturunan kepada mereka. Tidaklah Hawa melahirkan kecuali selalu kembar laki-laki dan perempuan. Diriwayatkan dari Ibnu Ihasq dalam Tafsir Baghowi dan Tafsir Al-Qurthubi bahwa Hawa melahirkan 40 anak dengan 20 kali mengandung. Wallahu a’lam. (https://abangdani.wordpress.com/2014/06/25/terungkap-kronologi-peristiwa-pembunuhan-habil-olah-qabil/)
Dilansir dari hellosehat.com dan www.alodokter.com, bayi kembar itu ada beberapa macam, diantaranya :
- Kembar identik : Kembar identik terjadi ketika satu sel sperma membuahi satu sel telur. Satu sel telur yang dibuahi tersebut, kemudian membelah diri menjadi dua dan menghasilkan gen atau DNA yang sama. Oleh karena itu, pasangan kembar identik selalu memiliki jenis kelamin yang sama, baik perempuan atau laki-laki. Wajah pasangan kembar identik pun terlihat sangat mirip dan mereka biasanya berbagi plasenta yang sama di dalam rahim.
- Kembar fraternal (tidak identik) : Kasus kembar tidak identik lebih banyak terjadi dibandingkan kembar identik. Kembar tidak identik terjadi saat dua sel telur dibuahi oleh dua sel sperma. Pasangan kembar fraternal tidak memiliki gen yang sama, sehingga terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda serta wajah yang berbeda pula. Di dalam rahim, kembar tidak identik juga memiliki plasenta masing-masing.
(Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi hafidzahumallahu ta’ala)
