: قَالَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ
لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ : أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الفِتَنِ وَلٰكِنْ لَيَقُلْ : أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ مُضِلَّاتِ الفِتَنِ ؛ ثُمَّ تَلَا قَوْلَهُ تَعَالَى : {إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ} يُشِيْرُ إِلَى أَنَّهُ لَا يُسْتَعَاذُ مِنَ المَالِ وَالوَلَدِ وَهُمَا فِتْنَةٌ
(تَفْسِيْرُ ابْنِ رَجَبٍ : ٢/٢١٠)
Berkata Ibnu Mas’ud rodhiyaallahu ‘anhu : “Janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan ; Aku berlindung kepada Allah dari fitnah. Akan tetapi hendaknya dia berdoa ; Aku berlindung kepada Allah dari kegelapan (sesatnya) fitnah. Lalu beliau membaca firman Allah ta’ala :
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
“Sesungguhnya anak-anak kalian dan harta-harta kalian adalah fitnah”. (At-Taghabun: 15).
Beliau berkata : “Hal ini menunjukkan bahwasanya tidaklah (mungkin) seseorang memohon agar terhindar dari harta dan anak dimana keduanya merupakan fitnah (oleh karenanya yang dipinta adalah berlindung dari kegelapan atau kesesatan fitnah). (Tafsir Ibnu Rojab : 2/21)
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
