عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : (( كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ ))
صحيح مسلم – رقم : (5)
Dari Hafs bin Ashim rodhiyaallahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Cukup seseorang itu dikatakan dusta jika ia menceritakan seluruh apa yang ia dengar”. (HR. Muslim No. 5)
: قَالَ العَلَّامَةُ ابْنُ العُثَيْمِيْنَ رَحِمَهُ اللّٰهُ
مَعْنَى ذٰلِكَ : أَنَّ الإِنْسَانَ الَّذِيْ يُحَدِّثُ بِكُلِّ مَا سَمِعَ فَإِنَّهُ سَيَثْقَلُ كَاهِلَهُ بِالكَذِبِ لِأَنَّهُ لَيْسَ كُلُّ مَا قِيْلَ وَكُلُّ مَا يُنْقَلُ يَكُوْنُ صِدْقاً، بَلْ كَثِيْرٌ مِنَ الأَخْبَارِ وَلَاسِيَمَا مَعَ الاِنْفِعَالَاتِ وَالعَوَاطِفِ يَكُوْنُ كَذِباً وَيُزَادُ فِيْهِ وَيُنْقَصُ
(لِقَاءُ البَابِ المَفْتُوْحِ : 38)
Berkata Syaikh Al Allamah Ibnu Utsaimin rohimahullahu ta’ala : Makna hadits itu adalah : “Sesungguhnya orang yang suka menceritakan seluruh apa saja yang ia dengar, akan membawanya kepada sebuah kedustaan. Karena tdk setiap yang dikatakan dan yang di nukil itu semuanya benar. Bahkan kebanyakan kabar hari ini terlebih ketika di sertai dengan amarah, emosi dan perasaan lainnya akan menjadi sebuah kedustaan. Sehingga berita itu bisa ditambah bisa pula di kurangi. (Liqo’ Al Bab Al Maftuh : 38)
Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala
