RANGKUMAN PELAJARAN KESEPULUH – SYIRIK KECIL DAN SYIRIK TERSEMBUNYI
Syirik kecil adalah segala hal yang dilarang dalam syari’at dan menjadi sarana menghantarkan kepada kesyirikan besar.
Syirik ini dinamakan kecil karena adanya syirik yang di atasnya, yang tingkat keburukannya lebih besar darinya. Syirik kecil ini tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam karena tidak sampai ada unsur menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya (dalam rububiyyah, uluhiyyah dan al-asma` was shifat).
Contoh syirik kecil :
A. Bersumpah dengan nama selain Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
من حلف بغير الله فقد كفر او اشرك
“Barangsiapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, berarti telah menyekutukan Allah” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabi. Juga dishahihkan Al-Albani dalam Irwa`ul Ghalil).
B. Riya`. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ . قَالُوا : وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ
“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Mereka (para Sahabat) bertanya : Apakah syirik kecil itu,ya Rasulullah?. Beliau menjawab : Riya`” (HR. Imam Ahmad,dishahihkan Al-Albani).
Perbedaan syirik besar dan syirik kecil yaitu :
A. Pelaku syirik besar tidak diampuni oleh Allah, kecuali jika bertaubat. Adapun syirik kecil pelakunya tergantung kehendak Allah.B. Syirik besar mengugurkan seluruh amal sholeh pelakunya, sedangkan syirik kecil hanya menggugurkan amal yang menyertainya.
C. Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari Islam, sedangkan syirik kecil tidak.
D. Pelaku syirik besar jika mati tidak taubat kekal selamanya di Neraka, sedangkan syirik kecil tidak.
E. Syirik besar menyebabkan halalnya darah dan harta pelakunya, sedangkan syirik kecil pelakunya dihukumi muslim namun imannya tidak sempurna dan disebut fasik (pelaku dosa besar).
Syirik tersembunyi di umat ini seperti merayapnya semut diatas batu yang hitam dan di kegelapan malam. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَلشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya. Sungguh syirik itu lebih tersembunyi daripada jalannya semut.”
Ibnu Abbas menafsirkan syirik ini dengan ucapan seseorang : “Apa yang Allah kehendaki dan yang dikehendaki si Fulan” atau ‘Kalau bukan karena anjing kecil orang ini, tentu kita didatangi pencuri-pencuri itu’ atau ‘Kalau bukan karena angsa yang ada di rumah ini tentu datanglah pencuri-pencuri itu’. Dan seterusnya.
Jika sudah terlanjur melakukan syirik yang samar ini, maka leburlah dengan do’a yang pernah diucapkan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam : ’Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika syai’an wa ana a’lamu wa astaghfiruka minadz dzanbilladzi laa a’lamu’ ; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyukutakan-Mu dengan sesuatu padahal aku mengetahuinya. Aku juga memohon ampunan kepada-Mu dari kesyirikan yang tidak aku sadari. (HR. Ahmad).
Ditulis oleh : Ustadz Ahmad Imron Al Fanghony Hafidzahullah
Rujukan : “Buku Mapel Tahuid Kelas VI MSU Al Ukhuwah Sukoharjo”
