RANGKUMAN PELAJARAN KEDUA – EMPAT MACAM KAIDAH YANG UTAMA
- Ketahuilah semoga Allah menunjukkan kepada kita jalan menuju ketaatan kepada-Nya.
- Sesungguhnya Al-Hanifiyyah, yaitu agama atau ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, yang mengajarkan agar beribadah kepada Allah semata dengan memurnikan agama untuk-Nya.
- Karena perkara inilah (menyembah Allah) seluruh manusia diperintahkan dan diciptakan. Allah berfirman : “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Adz Dzariyat : 56).
- Sesungguhnya ibadah tidaklah disebut sebagai ibadah kecuali disertai dan dibarengi dengan tauhid. Sebagaimana sholat tidak disebut sebagai sholat kecuali diiringi dengan thaharah (bersuci).
- Apabila kesyirikan masuk dalam sebuah ibadah maka ibadah itu akan rusak. Sebagaimana hadas apabila masuk kedalam thaharah.
- Selain rusak, ibadah yang tercampur dengan kesyirikan bisa menyebabkan amalannya batal dan pelakunya kekal di Neraka apabila sampai wafat belum bertaubat. Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisa: 48)
- Setelah mengetahui bahwa perkara penting itu adalah tauhid dan ibadah, maka perkara selanjutnya yang perlu diketahui adalah masalah kesyirikan (lawan dari tauhid).
- Dan untuk mengetahui apa itu tauhid dan apa itu syirik maka dengan mempelajari empat kaidah yang utama dalam Islam yang Allah sebuatkan di dalam Alqur’an.
Ditulis oleh : Ustadz Ahmad Imron Al Fanghony Hafidzahullah
Rujukan : “Buku Mapel Tahuid Kelas VI MSU Al Ukhuwah Sukoharjo”
