قَالَ إِبْرَاهِيْمُ النَّخَعِي عَمَّنْ أَدْرَكَهُ مِنَ السَّلَفِ : كَانُوْا يَتَزَاوَرُوْنَ وَهُمْ مُخْتَلِفُوْنَ. (المَعْرِفَةُ لِسُفْيَانَ : ٣/ ١٣٤)
Berkata Ibrahim An-Nakha’i (menukil) dari orang yang beliau temui di masa Salaf : “Dahulu mereka (para Salaf) saling mengunjungi satu sama lainnya, padahal mereka sedang berselisih (berbeda pendapat dalam suatu masalah)”. (Kitab Al Ma’rifah karya Sufyan 3/134)
◉ وَالمُرَادُ
الخِلَافُ فِي مَسَائِلِ الإِجْتِهَادِ السَّائِغِ وَالفُرُوْعِ، وَلَا يُرَادُ بِهِ الخِلَافُ الَّذِيْ يُوْجِبُ هَجْراً وَمُفَاصَلَةً كَعَظَائِمِ مَسَائِلِ الإِعْتِقَادِ وَثَوَابِتِ الدِّيْنِ
وَلَا يَمَيَّزُ بَيْنَ النَّوْعَيْنِ إِلَّا “الفَقِيْهُ” العَالِمُ بِدِيْنِ اللّٰهِ تَعَالَى، المُتَجَرِّدُ مِنَ الجَهْلِ وَالهَوَى
° Maksudnya:
Khilaf (perselisihan) dalam masalah-masalah ijtihad dan cabang-cabangnya. Dan bukan yang dimaksud adalah khilaf yang mewajibkan hajr dan pemutusan. Seperti khilafiah dalam kebanyakan perkara-perkara besar Aqidah dan ketetapan-ketetapan Agama. Dan tidak ada yang bisa membedakan antara dua bentuk perselisihan diatas kecuali seorang yang Faqih dan Alim dalam masalah agama Allah ta’ala yang terbebas dari kebodohan dan hawa nafsu.
◉ إِذَا عَلِمْتَ ذٰلِكَ
فَلَيْسَ كُلُّ مَنْ خَالَفَكَ مِنْ “إِخْوَانِكَ” عَدُوًّا لَكَ، وَلَا يُشْتَرَطُ فِي الصُّحْبَةِ وَالمَحَبَّةِ “المُوَافَقَةُ” فِي كُلِّ مَا لَكَ مِنْ رَأْيٍ وَاجْتِهَادٍ
فَخَالِفْ مَنْ شِئْتَ بِالدَّلِيْلِ، وَلَا تَبْخَسُهُ حَقُّ الإِخْوَةِ الإِسْلَامِيَّةِ، وَصِدْقُ الوَفَاءِ وَحِفْظُ عَهْدِ الصُّحْبَةِ، وَكَرَمِ الأَخْلَاقِ
° Jika kamu mengetahui hal itu :
Maka setiap orang yang menyelisihimu dalam suatu perkara bukan otomatis menjadi musuhmu… Tidak pula disyaratkan dalam pertemanan dan loyalitas itu harus adanya kesamaan pada setiap pemikiran dan ijtihad.
Maka, selisihilah orang yang kamu mau tapi dengan dalil dan jangan pernah mengenyampingkan (meremehkan) hak persaudaraan Islam, benar dalam memenuhi janji, menjaga hubungan persahabatan dan kemuliaan akhlak.
كتبه: بدر بن علي بن طامي العتيبي
(Ditulis oleh Syaikh Dr. Badr bin Ali bin Thomy Al Utaiby hafidzahullahu ta’ala :: Diterjemahkan oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahumallahu ta’ala)
