Ringkasan Kajian Semangat Belajar Sunnah (SBS) Di Masjid Raudhatul Fattah Gayam Sukoharjo

 

Pemateri : Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc hafidzahullahu ta’ala.
Tema : Tafsir Surat Al Baqarah : 108.

أَمْ تُرِيدُونَ أَن تَسْـَٔلُوا۟ رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِن قَبْلُ ۗ وَمَن يَتَبَدَّلِ ٱلْكُفْرَ بِٱلْإِيمَٰنِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

“Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.” (Al-Baqarah : 108)

Diantara faidahnya :

1. Berkata Al Imam Ibnu Katsir : “Allah melarang dalam ayat yang mulia ini dari memperbanyak pertanyaan dan permintaan kepada Nabi sebelum datang keterangan atau kejadiannya.”

2. Termasuk larangan adalah bertanya yang jika dijelaskan (dijawab) akan membuat berat bagi mereka yang bertanya. Allah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian akan menyusahkan kalian dan jika kalian menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepada kalian, Allah memaafkan (kalian) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (Al-Ma’idah : 101)

3. Sesuatu yang sudah dibiarkan dan tidak dijelaskan oleh Nabi hendaknya tidak dipertanyakan. Karena ini salah satu yang membinasakan kaum terdahulu. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ذَرُوْنِيْ مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ سُؤَالُهُمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَاءِهِمْ، فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Biarkan aku terhadap apa yang aku tinggalkan pada kalian, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa oleh pertanyaan dan penentangan mereka kepada nabi-nabi mereka. Jika aku melarang sesuatu terhadap kalian, jauhilah. Dan jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, kerjakanlah semampu kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim dan lainnya)

 

4. Contoh pertanyaan yang Nabi tidak suka adalah terkait ibadah haji.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah kepada kami, kemudian beliau bersabda :

أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوْا. فَقَالَ رَجُلٌ: أَكُلَّ عَامٍ، يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ فَسَكَتَ. حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَوْ قُلْتُ : نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji kepada kalian, maka berhajilah”. Seseorang berkata, ”Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Maka beliau diam hingga orang tersebut mengulanginya sampai tiga kali, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Kalau aku katakan ya, niscaya hal tersebut menjadi wajib, dan niscaya kalian tidak akan sanggup…”.

5. Para sahabat sering menahan untuk bertanya kepada Nabi bahkan bisa mereka simpan sampai satu tahun dan terkadang belum tersampaikan pertanyaan itu hingga mereka berharap adanya arab Badui yang bertanya.

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: إِنْ كَانَ لَيَأْتِيَ علَيَّ السَّنَةُ أُرِيدُ أَنْ أَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَنْ شَيْءٍ فَأَتَهَيَّبُ مِنْهُ، وَإِنْ كُنَّا لَنَتَمَنَّى الْأَعْرَابَ

Dari Al Barra’ bin Azib, beliau berkata : “Jika telah lewat satu tahun sebenarnya aku ingin bertanya kepada Nabi tentang sesuatu, namun akupun segan untuk bertanya dan kami hanya bisa berharap orang-orang Badui (yang bertanya).”

6. Para sahabat adalah sebaik-baik umat, tidaklah mereka bertanya kepada Nabi kecuali hanya 12 pertanyaan saja dan semuanya ada di dalam Al Qur’an.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: مَا رَأَيْتُ قَوْمًا خَيْرًا مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ ﷺ، ما سألوه إلا عن ثنْتَي عَشْرَةَ مَسْأَلَةً، كُلُّهَا فِي الْقُرْآنِ: ﴿يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ﴾ [الْبَقَرَةِ:٢١٩] ، وَ ﴿يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ﴾ [الْبَقَرَةِ: ٢١٧] ، وَ ﴿وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى﴾ [الْبَقَرَةِ: ٢٢٠] يَعْنِي: هَذَا وَأَشْبَاهُهُ

Dari Ibnu Abbas, beliau berkata : “Tidaklah aku melihat suatu kaum yang lebih baik dibandingkan para sahabat-sahabat Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, tidaklah mereka bertanya kepada Nabi melainkan hanya 12 pertanyaan dan semuanya berada di dalam Al Qur’an.” Contohnya : Al Baqarah : 217, 219, 220.

7. Barangsiapa yang tidak Istiqomah diatas agama lalu mengganti keimanan dengan kekufuran maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.

 

(Diringkas oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahumallahu ta’ala :: Senin, 27 November 2023 M / 14 Jumadil Awal 1445 H)

 

By Redaksi