Teman mengkoreksi, begitulah istilah yang terkenal di kalangan para pengajar PKPPS Tingkat Ula Al ukhuwah ketika masa-masa UAS baik semester gasal maupun genap… Makanan ringan untuk menemani para pengajar saat mengkoreksi soal-soal UAS dirumah…
Setiap kegiatan ulangan yang telah diselesaikan oleh siswa, maka selanjutnya menjadi tanggung jawab dan kewajiban guru untuk mengoreksi lembar jawaban siswa. Koreksi soal tersebut tentunya dilakukan dengan manual oleh guru, pensekoran yang dilakukan guru tentu disesuaikan dengan kunci jawaban yang telah disediakan untuk penilaian pada soal esai. Biasanya skor untuk pilihan ganda akan diberikan 1 poin, skor soal melengkapi atau isian diberikan 2 poin, dan skor soal uraian tentunya relatif, mulai 3 hingga 5 poin.
Mengoreksi soal pilihan ganda tentu tidak menjadi hambatan bagi guru. Tinggal melihat jawaban siswa dan mencocokan dengan kunci. Bila benar maka tinggal memberikan skor. Demikian pula dengan soal melengkapi atau isian, bila jawaban siswa tepat maka skor maksimal pada tiap soal akan diperoleh, namun bila agak mirip-mirip maka tinggal memberikan skor lebih rendah lagi satu poin dari skor maksimal.
Permasalahan kerap terjadi pada koreksi soal uraian. Guru kadang mengalami ketidak konsistenan saat mengkoreksi soal-soal uraian. Hal ini terlihat dari skor yang diberikan guru. Kadang siswa tidak puas dengan skor nilai yang diberikan guru setelah mereka bandingkan dengan skor pada jawaban siswa lainnya. Kondisi ini bisa terjada ketika jumlah soal yang akan dikoreksi sangat banyak dan waktu untuk menyelesaikannya sangatlah sedikit.

