Hasan Al-Basri rahimahullah memberikan testimoni,

العِلْمُ فِي الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ فِي الحَجَرِ

“Ilmu yang dipelajari saat masih muda, akan melekat seperti seorang yang memahat batu.” (Mukhtashor Ta’dhim Al-‘Ilmi, hal. 24)

 

Diantara Wasiat Ulama Salaf untuk Para Pemuda, yaitu perkataan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullaahu :

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ ، عَلَيْكُمْ بِالآخِرَةِ فَاطْلُبُوهَا ، فَكَثِيرًا رَأَيْنَا مَنْ طَلَبَ الآخِرَةَ فَأَدْرَكَهَا مَعَ الدُّنْيَا ، وَمَا رَأَيْنَا أَحَدًا طَلَبَ الدُّنْيَا فَأَدْرَكَ الآخِرَةَ مَعَ الدُّنْيَا

“Wahai para pemuda, hendaklah kalian berupaya mencari akhirat, karena banyak yang kami lihat siapa saja yang mencari akhirat, maka ia akan mendapatkannya dan dunia pun ikut didapatkan bersamanya. Namun, tidak pernah kami lihat seseorang yang mencari dunia, kemudian akhirat ikut didapatkan bersama keberhasilan dunianya.”

 

Al-Hasan rahimahullāh menafsirkan makna firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Wahai Rabb kami berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.” Beliau mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah. Adapun kebaikan di akhirat adalah surga.” (lihat Akhlāq al-‘Ulamā’, hal. 40)

 

Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata :

اِبْنُ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

“Wahai anak Adam. Sesungguhnya engkau adalah kumpulan perjalanan hari. Setiap hari berlalu maka hilanglah sebagian dari dirimu.” (lihat Ma’ālim fi Tharīq Thalab al-‘Ilmi, hal. 35)

 

Al-Hasan rahimahullāh mengatakan :

“Salah satu tanda bahwa Allah mulai berpaling dari seorang hamba adalah tatkala dijadikan dia tersibukkan dalam hal-hal yang tidak penting bagi dirinya.” (lihat al-Risalah al-Mugniyyah, hal. 62).

 

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi