Ibnu Hibban al-Busti rahimahullah berkata :“
Abdullah bin Mahmud bin Sulaiman As-Sa’di mengabarkan kepada kami, Syu’bah bin Hubairah menceritakan kepada kami, Ja’far bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Malik bin Dinar, dia menuturkan,
إِتَّخِذْ طَاعَةَ اللّٰهِ تِجَارَةً تَأْتِكَ الأَرْبَاحُ مِنْ غَيْرِ بِضَاعَةٍ
“Jadikan ketaatan kepada Allah sebagai perniagaan yang akan selalu memberikan keuntungan untukmu tanpa memerlukan modal.”
Abu Hatim menerangkan, Inti ketaatan di dunia yaitu memperbaiki batin dan meninggalkan perbuatan yang dapat merusak hati.
Orang yang berakal mesti memperhatikan usaha memperbaiki batin dan konsisten mengawasi gerak-gerik hatinya dalam segala kondisi. Sebab, ternodanya waktu dan sirnanya kenikmatan tiada lain di saat batin ini rusak.
(Lihat : Ta’liq Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhola Ibnu Hibban hal. 76, oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafidzahullahu ta’ala)
Ditulis oleh Ustadz Andre Satya Winatra hafidzahullahu ta’ala
