: عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ رَحِمَهُ اللّٰهُ قَالَ

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَجَلَّ إِذَا جَلَسَ مَعَ القَوْمِ، وَلَا أَفَكُّهُ فِي بَيْتِهِ، مِنْ زَیْدِ بْنِ ثَابِت
الأَدَبُ المُفْرَدِ لِلْبُخَارِي : (٢٨٦ )

Dari Tsabit bin Ubaid rohimahullah, beliau berkata : “Tidaklah aku melihat seorangpun yang wibawa saat duduk bersama banyak orang namun paling lembut didalam rumahnya dibandingkan dengan Zaid bin Tsabit.” (Al Adabul Mufrod Lil Bukhori : 286).

 

Berkata Syaikh Abdurrozzaq hafidzohullahu ta’ala : “Termasuk akhlak yang baik adalah seseorang memiliki sifat lemah lembut, sifat kasih sayang, sifat humoris dan sifat ramah saat dirumah bersama keluarga dan anak-anaknya. Umumnya rumah itu akan dimasuki pemiliknya dalam keadaan sehabis kerja dan dalam keadaan lelah setelah banting-tulang dan bercampur-baur dengan orang lain. Dan seringnya dalam banyak keadaan dari manusia apabila telah masuk ke rumah maka dia akan mencari ketenangan dan waktu istirahat bahkan tidak menginginkan sama sekali suara berisik atau berbicara dengan orang lain. Namun berbeda dengan orang yang memiliki semangat untuk membuat senang orang sekitarnya (keluarga), maka dia akan bermain terlebih dahulu dengan mereka dan berlemah lembut serta berakhlak dengan baik bersama mereka. Hal ini bisa terjadi jika dada seseorang itu luas dan telah besar (baik) akhlaknya “. (At-Tuhaf bilma’tsuur ‘Anis Salaf hal : 38)

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi