Syaikh Abdurahman As-Sa’di rohimahullahu ta’ala berkata :

وَمَنْ تَغَافَلَ عَنْ عُيُوْبِ النَّاسِ وَأَمْسَكَ لِسَانَهُ عَنْ تَتَبُّعِ أَحْوَالِهِمُ الَّتِيْ لَا يُحِبُّوْنَ إِظْهَارَهَا سَلِمَ دِيْنَهُ وَعِرْضَهُ، وَأَلْقَى اللّٰهُ مَحَبَّتَهُ فِي قُلُوْبِ العِبَادِ وَسَتَرَ اللّٰهُ عَوْرَتَهُ، فَإِنَّ الجَزَاءَ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ، وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيْدِ

(الفَوَاكِهُ الشَّهِيَةُ فِي الخُطَبِ المِنْبَرِيَةِ)

“Siapa yang pura-pura tidak tahu akan aib manusia dan menahan lisannya dari mengikuti kondisi mereka yang mereka tidak senang untuk diobral aib mereka, maka selamat agamanya dan kehormatannya, Alloh meletakkan kecintaan kepadanya di dalam hati para hamba, dan Alloh menutupi aibnya. Sesungguhnya balasan adalah termasuk jenis amalan tersebut. Dan tidaklah Rabb-Mu berbuat zhalim kepada para hamba. (Al Fawakihu Asy-syahiyyah fil Khutobil Mimbariyyah)

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi