قال فضيلة الشيخ المحدث العلامة أحمد بن يحيى النجمي – رحمه الله تعالى رحمة واسعة
اﻟﻤﻄﻠﻮﺏ ﻣﻦ اﻟﻤﺆﻣﻦ : اﻟﺮِّﺿَﺎ ﺑﺎﻟﻘﺪَﺭ ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺭﺿﺎً ؛ ﻓﻠﻴﻜﻦ ﺻﺒﺮاً ، ﻭاﻟﺮِّﺿَﺎ ﻣﺮﺗﺒﺔٌ ﺃﻋﻠﻰ ﻣﻦ اﻟﺼَّﺒﺮ ؛ ﻷﻥ اﻟﺼَّﺒﺮ ﺳﻜﻮﺕ ﻣﻊ ﻟَﻮْﻋﺔٍ ﻭﺣُﺮْقة ﻣﻦ اﻟﻤﺼﻴﺒﺔ ، ﺃﻣﺎ اﻟﺮِّﺿَﺎ ﻓﻬﻮ ﺑﺨﻼﻑ ﺫﻟﻚ ﺑﺤﻴﺚ ﻳﺮﻯ ﺃﻧﻪ ﻟﻮ ﺧُﻴِّﺮ ﺑﻴﻦ اﻟﺜﻮاﺏ ﻭﺑﻴﻦ ﺇﺭﺟﺎﻉ ﻣﺎ ﻓﻘﺪ ﻣﻨﻪ ؛ ﻻﺧﺘﺎﺭ اﻟﺜﻮاﺏ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ، ﻓﻬﻮ – ﺃﻱ: اﻟﺮِّﺿَﺎ – ﺩﺭﺟﺔ ﻋﺎﻟﻴﺔ ، ﻭاﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ اﻻﺑﺘﻼء ﻓﻴﻪ ﺃﺟﺮ ﻋﻈﻴﻢ ، ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺎﻟﺮﺿﺎ ؟!! ﻭﻗﺪ ﺟﺎء ﻓﻲ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻗﻮﻟﻪ ﷺ : «ﺇﻥ ﻋِﻈَﻢ اﻟﺠﺰاء ﻣﻊ ﻋِﻈَﻢ اﻟﺒﻼء ، ﻭﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﺇﺫا ﺃﺣﺐَّ ﻗﻮﻣﺎً اﺑﺘﻼﻫﻢ ، ﻓﻤﻦ ﺭﺿﻲ ﻓﻠﻪ اﻟﺮِّﺿَﺎ ، ﻭﻣﻦ ﺳَﺨِﻂ ﻓَﻠَﻪُ اﻟﺴَّﺨَﻂُ» ﻋﻠﻤﺎً ﺑﺄﻥَّ اﻟﺘَّﺴﺨُّﻂ ﻻ ﻳﺮﺩ ﻣﻦ اﻟﻤُﺼﻴﺒَﺔ ﺷﻴﺌًﺎ.
(تأسيس اﻷحكام شرح عمدة الأحكام ، الصفحة : ١٤١ من الجزء الثالث)
Berkata Syaikh Al Muhaddits Ahmad bin Yahya An-Najmi rohimahullahu ta’ala : “Yang dituntut dari seorang Mukmin adalah Ridho terhadap takdir, jka tidak bisa ridho maka bersabar. Dan Ridho adalah tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan sabar, karena sabar itu sikap diam yang disertai degan kesedihan dan rintihan dari suatu musibah, adapun sikap Ridho maka berbeda, sikap Ridho adalah seseorang melihat bahwa jika dirinya diberi pilihan antara pahala dan kembalinya apa yg hilang (karena musibah) maka pasti dia akan memilih pahala. Dan jika bersabar saat musibah datang berpahala besar lalu bagaimana dengan Ridho??? Dan sungguh telah datang dalam hadits, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang murka, maka Allah pun akan murka kepadanya.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).
Dan telah di ketahui bahwa murka itu tidak dapat menolak musibah sedikitpun. (Ta’sisul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, juz 3 hal. 141)
Ditulis oleh Ustadz Ahmad Imron Al fanghony hafidzahullahu ta’ala
