: قَالَ الشَّيْخُ العَلَّامَةُ ابْنُ عُثَيْمِيْنَ – رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى
بُلُوْغُ رَمَضَانَ نِعْمَةٌ كَبِيْرَةٌ عَلَى مَنْ بَلَغَهُ وَقَامَ بِحَقِّهِ بِالرُّجُوْعِ إِلَى رَبِّهِ مِنْ مَعْصِيَتِهِ إِلَى طَاعَتِهِ وَمِنَ الغَفْلَةِ عَنْهُ إِلَى ذِكْرِهِ ،وَمِنَ البُعْدِ عَنْهُ إِلَى الإِنَابَةِ إِلَيْهِ
(مَجَالِسُ شَهْرِ رَمَضَانَ، ص :١٢)
Berkata Syaikh Al Allamah Ibnu Utsaimin rohimahullahu ta’ala : “Datangnya bulan Ramadhan adalah nikmat (anugerah) yang besar (agung) bagi siapapun yang disampaikan kepadanya dan menegakkan haknya dengan cara kembali kepada Robbnya dari memaksiatiNya menuju ketaatan kepadaNya, dari kelalaian dariNya menuju mengingatNya dan dari menjauh dariNya menuju taubat kepadaNya.” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 12)
