Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullahu ta’ala menjelaskan terkait hadits pemberitahuan Nabi kepada para sahabat dengan datangnya Ramadhan,

ﻫٰﺬَﺍ ﺍﻟﺤَﺪِﻳْﺚُ ﺑِﺸَﺎﺭَﺓٌ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﺑِﻘُﺪُﻭْﻡِ ﺷَﻬْﺮِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ؛ ﻷَِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﺧْﺒَﺮَ ﺍﻟﺼَّﺤَﺎﺑَﺔَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﺑِﻘُﺪُﻭْمِهِ ، ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻫٰﺬَﺍ ﺇِﺧْﺒَﺎﺭﺍً ﻣُﺠَﺮَّﺩﺍً ، ﺑَﻞْ ﻣَﻌْﻨَﺎﻩُ : ﺑِﺸَﺎﺭَتُهُمْ ﺑِﻤُﻮْﺳِﻢٌ ﻋَﻈِﻴْﻢٌ

“Hadits ini adalah kabar gembira bagi hamba Allah yanh shalih dengan datangnya Ramadhan. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi kabar kepada para sahabatnya radhiallahu ‘anhum mengenai datangnya Ramadhan. Ini bukan sekedar kabar semata, tetapi maknanya adalah bergembira dengan datangnya momen yang agung.” (Ahaditsus Shiyam hal. 13)

Ibnu Rajab Al-Hambali rohimahullahu ta’ala juga menjelaskan,

ﻛَﻴْﻒَ ﻻَ ﻳُﺒْﺸِﺮُ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﻔَﺘْﺢِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟﺠِﻨَﺎﻥِ ﻛَﻴْﻒَ ﻻَ ﻳُﺒْﺸِﺮُ ﺍﻟﻤﺬﻧﺐ ﺑِﻐَﻠْﻖِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ ﻛَﻴْﻒَ ﻻَ ﻳُﺒْﺸِﺮُ ﺍﻟﻌَﺎﻗِﻞُ ﺑِﻮَﻗْﺖٍ ﻳُﻐَﻞُّ ﻓِﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴْﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﻳُﺸْﺒِﻪُ ﻫٰﺬَﺍ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥَ ﺰَّﻣَﺎﻥٌ

“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan). (Latha’if Al-Ma’arif hlm. 148)

 

By Redaksi