Tahukah antum? Bahwasannya kita matan Al-Jurumiyah pernah dibuang oleh penulisnya?

Kitab Matan Al-Jurumiyah merupakan salah satu kitab yang menjadi rujukan dalam ilmu nahwu dan banyak diajarkan di pesantren dan sekolah agama di Indonesia. kitab matan al Jurumiyah yang terdiri bab bab yang disertai dengan contoh yang ringkas dan mudah dipahami. kitab ini dikarang oleh syeikh Ibnu Aajurruumi Muhammad bin Muhammad bin Dawud As-Shanhaji Alfaasiy.

Ibnu Ajurum menyusun matan Al Ajurumiyah pada tahun 719 H, empat tahun sebelum beliau wafat. Ibnu Maktum yang sezaman dengan Ibnu Ajurum –setelah memuji Ibnu Ajurum- menyebutkan di dalam Tadzkirahnya bahwa pada saat dia menulis tadzkirah tersebut, Ibnu Ajurum masih hidup.

Ar Ra’i dan Ibnul Haj menyebutkan bahwa Ibnu Ajurum menulis kitab ini di hadapan Ka’bah. Dan ditambahkan oleh Al Hamidi bahwa setelah menulis kitab ini, Ibnu Ajurum membuang kitabnya ke laut sambil berkata, “Kalau memang kitab ini kutulis ikhlas karena Allah, maka niscaya kitab ini tidak akan basah.” Ternyata kitab Al Ajurumiyah yang beliau tulis tidak basah. Sehingga walaupun kitab ini tipis dan ditujukan bagi pemula, namun karya tulis beliau ini diterima oleh semua kalangan.

(Ditulis oleh Abu Umar Al Bankawy di Sidayu, Gresik. Selesai penulisannya tanggal 13 Dzulhijjah 1430 H :: Sumber : https://ulamasunnah.wordpress.com/2009/11/30/biografi-al-imam-ibnu-ajurum-penulis-matan-al-ajurumiyah/)

Pada referensi lain (https://afiyah.id/biografi-ibnu-ajurrum/) disebutkan :

Ada sebuah cerita bahwa ketika dia menulis matan al Ajurrumiyah, dia berada di tempat duduk yang tinggi, lalu angin kencang datang dan menghamburkannya. Lalu dia berdoa,

اللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ خَالِصًا لِوَجْهِكَ فَرَدَّهُ عَلَيَّ

“Ya Allah, jika ini murni karena-Mu, kembalikanlah padaku.” Maka matan tersebut dikembalikan kepadanya dengan cepat.

Juga dikisahkan bahwa setelah menulis matan Al-Ajurrumiyyah ini, dia melemparkannya ke laut dan berkata,

إِنْ كَانَ خَالِصًا لِلّٰهِ تَعَالَى فَلَا يَبُلُّ

“Jika ini murni untuk Allah Ta’ala, maka tidak akan basah.” Dan benar, itulah yang terjadi.

 

Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahumallahu ta’ala

By Redaksi