Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang berkata dalam hal agama tanpa ilmu, maka sungguh dia seorang pendusta, meskipun dia tidak bermaksud berdusta.” ๐Ÿ“š Majmu’ Fatawa (10/449)

 

Imam Ali bin Abil โ€˜Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata: โ€œBarangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุถูŽู„ู‘ู ู…ูู…ู‘ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู‡ูุฏู‹ู‰ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู

Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (Al-Qashshash:50)โ€ (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393)

By Redaksi