RINGKASAN TAUSIYAH RAPAT UMUM
MUDIR PONPES ALUKHUWAH – USTADZ ARIS SUGIYANTORO HAFIDZAHULLAHU TA’ALA
Sudah beberapa waktu yang lalu telah terjadi Serang Yahudi kepada saudara-saudara kita di jalur Gaza, Palestina.
Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali mendoakan kebaikan bagi mereka saudara-saudara kita di sana. Demikian pula membantu mereka dengan mengadakan donasi yang bisa dikirimkan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk menyalurkannya.
Bangsa Yahudi adalah bagian dari Bani Israil karena mereka keturunan dari Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.
Sejarah Yahudi bermula sejak Israil, yaitu Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Al-Khalil, yang tumbuh di daerah Kan’an (Palestina) dengan dikarunia sejumlah 12 anak. Mereka itulah yang disebut asbath (suku) Bani Israil, dan hidup secara badawah (pedesaan). Setelah Nabi Yusuf wafat, seiring dengan waktu perjalanan dan pergantian kekuasaan, kondisi Bani Israil berubah total. Yang sebelumnya menyandang kehormatan dan kemuliaan, kemudian menjadi terhina, karena Fir’aun melakukan kejadian dan memperbudak mereka dalam jangka waktu yang sangat lama, sampai Allah mengutus Nabi Musa Alaihissalam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذ َابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَ ٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya, mereka menimpakan pemancaran yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Rabb-mu.” (Al-Baqarah : 49)
Bani Israil adalah kaum yang banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Hampir kebanyakan Nabi itu berasal dari Bani Israil. Bahkan yang dari Arab terhitung hanya empat yaitu ; Nabi Shalih, Nabi Hud, Nabi Syu’aib dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Syaikh ‘Abdullah bin Zaid Alu Mahmud memiliki sebuah risalah yang berjudul al Ishlahu wat-Ta’dilu fiima Thara-a ‘Ala Ismil Yahudi wan-Nashara Minat-Tabdil. Di dalam kitab tersebut terdapat tahqiq yang menyinggung, bahwa Yahudi telah terlepas dari Bani Israil, disebabkan kekufuran mereka semenjak masa Bani Israil. Yakni, sebagaimana terpisahnya Nabi Ibrahim Alaihissallam dari bapaknya, Azar. Kekufuran itu telah memutuskan loyalitas antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, sebagaimana diceritakan dalam kisah antara Nabi Nuh Alaihissallam dengan puteranya.
Berikut ini kejelekan Yahudi yang Allah abadikan di dalam alqur’an dan yang Nabi sebutkan dalam sabdanya :
- Kaum yang memiliki akhlak yang jelek.
- Kaum yang hasad.
- Kaum yang sombong.
- Kaum yang angkuh.
- Kaum yang pendengki.
- Kaum yang pengkhianat.
- Kaum yang mengingkari janji.
- Kaum pemakan riba.
- Kaum yang mengingkari Nabi Musa ‘alaihis salam.
- Kaum yang merasa Fir’aun masih hidup.
- Kaum yang meminta sesembahan lain.
- Kaum yang meminta makan dan minum sebagai bukti adanya Allah.
- Kaum yang menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas.
- Pemilik sifat penakut.
Semua sifat Yahudi dahulu yang Allah abadikan dalam alqur’an, ada dan menurun kepada Yahudi sekarang.
Adapun Syaikh Abu ‘Ubadah Masyhur bin Hasan Alu Salman –hafizhahullah– menuliskan di catatan kaki kitab beliau, as Salafiyun wa Qadhiyatu Filasthina, Markaz Baitul Maqdis, Cetakan I, Tahun 1423H, halaman 12-13, sebagai berikut :
Penamaan ini, -yaitu menamakan Yahudi dengan nama Israil- merupakan kemungkaran. Telah meluas di tengah masyarakat di negeri muslim sebuah perkataan yang berkonotasi celaan “Israil melakukan ini dan itu, dan akan melakukan tindakan ini dan itu”, padahal Israil itu, merupakan salah seorang Rasul Allah (utusan Allah), yaitu Nabi Ya’qub Alaihissallam. Dan beliau Alaihissallam , sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan negara yang senang berbuat makar dan keji ini. Antara para nabi dan rasul, sama sekali tidak ada saling waris-mewarisi dengan orang-orang kafir, musuh mereka. Yahudi, sama sekali tidak memiliki hubungan din (agama) dengan Nabi Allah, Israil.
Penamaan seperti ini, memberikan dampak buruk pada pemahaman din kita. Allah dan para rasulNya tidak akan pernah meridhainya, terutama Nabi Israil Alaihissallam. Karena Yahudi adalah kaum kafir dan pembohong. Menyematkan nama ini kepada mereka mengandung pelecehan terhadap Nabi Israil Alaihissallam. Dan yang wajib adalah mecegah penamaan itu.
Palestina adalah tempat yang menjaga dengan baik Madzhab Imam Ahmad bin Hambal.
(Di ringkas oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala dengan sedikit tambahan)
