قَالَ الشَّاطِبِيُّ رَحِمَهُ اللّٰهُ : وَلَقَدْ زَلَّ بِسَبَبِ الإِعْرَاضِ عَنِ الدَّلِيْلِ وَالإِعْتِمَادِ عَلَى الرِّجَالِ أَقْوَامٌ خَرَجُوْا بِسَبَبِ ذٰلِكَ عَنْ جَادَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاتَّبَعُوْا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوْا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيْلِ”. (الإعتصام : ٢/ ٩٦)

Berkata Al Imam Asy-Syathibi rahimahullahu ta’ala : “Dan sungguh telah tergelincir suatu kaum dikarenakan sebab berpaling dari dalil (Al-qur’an dan Hadits) serta disebabkan karena bersandar pada pendapat (yang salah) beberapa orang saja. Mereka keluar dengan sebab itu dari koredor para sahabat Nabi dan para tabi’iin. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka tanpa berdasarkan ilmu, maka mereka tesesat dari jalan yang lurus”. (Al-I’tisham : 2/96)

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi