قَالَ ابْنُ الجَوْزِيِّ رَحِمَهُ اللّٰهُ : وَعُمُوْمُ العَوَّامِ يُبَارِزُوْنَ بِالذُّنُوْبِ اِعْتِمَادًا عَلَى العَفْوِ، وَيَنْسَوْنَ العِقَابَ! وَمِنْهُمْ مَنْ يَعْتَمِدُ أَنِّيْ مِنْ أَهْلِ السُّنَّةِ، أَوْ أَنَّ لِيْ حَسَنَاتٍ قَدْ تَنْفَعُ، وَكُلُّ هٰذَا لِقُوَّةِ الجَهْلِ. فَيَنْبَغِيْ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يُبَالِغَ فِي مَعْرِفَةِ الدَّلِيْلِ، وَلَا يُسَاكِنُ شُبْهَتَهُ، وَلَا يَثِقُ بِعِلْمِ نَفْسِهِ. فَنَسْأَلُ اللّٰهَ السَّلَامَةَ مِنْ جَمِيْعِ الآفَاتِ. (صَيْدُ الخَاطِرِ : 774)

 

Al Imam Ibnul Jauzi rohimahullahu ta’ala berkata : “Kebanyakan orang awam melanggar berbagai macam dosa hanya dengan bersandarkan kepada sifat maafnya Allah dan mereka melupakan siksaannya Allah. Diantara mereka juga ada yang bersandar karena dirinya termasuk ahlussunah, atau bersandar karena memiliki banyak kebaikan yang akan menghapus dosanya. Padahal semua ini dikarenakan ketidaktahuan yang kuat. Maka selayaknya bagi seseorang untuk menempatkan dirinya dengan mengetahui dalil dan tidak memberikan tempat kepada pemikirannya yg rancu serta tidak hanya yakin dengan pengetahuan yang dimilikinya tanpa dalil. Kita memohon kepada Allah keselamatan dari seluruh petaka.” (Shoidul Khothir : 774)

 

 

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi