Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahullah berkata :

رَائِحَةُ الإِخْلَاصِ كَرَائِحَةِ البُخُوْرِ الخَالِصِ ، كُلَّمَا قَوَي سِتْرُهُ بِالثِّيَابِ فَاحَ وَعَبَقَ بِهَا. ‏وَرَائِحَةُ الرِّيَاءِ كَدُخَانِ الحَطَبِ ، يَعْلُوْ إَلَى الجَوِّ ثُمَّ يَضْمَحِلُّ وَتَبْقَى رَائِحَتُهُ الكَرِيْهَةُ

“Harumnya keikhlasan bagaikan wanginya gaharu yang murni. Semakin ditutupi baju semakin semerbak wanginya… Sedangkan baunya riya’ bagaikan asap kayu bakar. Ia membumbung tinggi awalnya lalu melemah dan tersisa baunya yang tak sedap.” (Majmu Rasail, 758)

Berkata Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى :

Karena keikhlasan itu dicintai Arrahman…
Ia harum semerbak sepanjang zaman…
Walaupun orang-orang yang tidak suka berusaha memburukkannya…

Sedangkan riya’… Dibenci oleh Allah pencipta alam semesta…
Baunya tak enak walaupun orang-orang berusaha mewangikannya…

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi