: قَالَ الشَّيْخُ ابْنُ عُثَيْمِيْنَ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى

يَجِبُ عَلَى الإِنْسَانِ أَنْ يَعْتَنِيَ بِصَلَاحِ قَلْبِهِ قَبْلَ صَلَاحِ جِسْمِهِ ، لِأَنَّ صَلَاحِ الجِسْمِ وَاجِهَةٌ أَمَامَ الخَلْقِ ، لٰكِنَّ صَلَاحُ القَلْبِ هُوَ الَّذِي يَكُوْنُ بَيْنَ الإِنْسَانِ وَبَيْنَ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ

(تَفْسِيْرُ سُوْرَةِ الزُّمَرِ، ص: 74)

 

Berkata Syaikh Ibnu Al Utsaimin rohimahullahu ta’ala : “Wajib atas setiap orang untuk memperhatikan kebaikan hatinya sebelum kebaikan jasadnya. Karena baiknya jasad hanya untuk urusan di depan sesama makhluk akan tetapi kebaikan hati adalah perkara yang urusannya antara dirinya dengan Robbnya Azza Wajalla”. (Tafsir Surat Azzumar hal. 74)

 

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi