: قَالَ الشَّيْخُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ البَدْرُ حَفِظَهُ اللّٰهُ

وَمَنْ قَالَ هٰذِهِ الكَلِمَةَ : لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ، مُحَقِّقًا مَا دَلَّتْ عَلَيْهِ مِنَ التَّوَكُّلِ وَالتَّفْوِيْضِ وَحُسْنِ الإِلْتِجَاءِ؛ هُدِيَ وَوُقِيَ وَكُفِيَ، وَكَانَ مِنْ أَقْوَى النَّاسِ قَلْبًا، وَأَحْسَنُهُمْ حَالًا وَمآلًا

(فِقْهُ الأَسْمَاءِ الحُسْنَى صـ : ١٥٨)

 

Berkata Syaikh Abdurrozzaq hafidzohullahu ta’ala : “Barangsiapa yang membaca kalimat ini (Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah) dengan merealisasikan apa yang terkandung di dalamnya dari tawakkal, berserah diri dan bagusnya dalam mencari perlindungan maka dia akan diberi petunjuk, dilindungi dan dicukupi serta dia adalah manusia yang paling kuat hatinya dan paling bagus keadaan serta akibat akhirnya”. (Fiqhu Al Asma Al Husna, hal. 158)

 

Ditulis oleh Ahmad Imron bin Muhadi Al Fanghony hafidzahullahu ta’ala

By Redaksi